Pelajaran Kisah Dan Faedah Kisah Ashabul Ukhdud
Dari kisah Ashabul Ukhdud yang telah terlebih dahulu dikontribusikan,
terdapat berbagai pelajaran dan faedah yang dapat kita petik kemudian
dipahami, dipelajari dan diamalkan. Sehingga kisah ini bukan hanya
menjadi pengantar tidur ataupun pengetahuan belaka namun memberikan
manfaat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat. Amiin
Di antara rentang waktu tertentu Alloh menyiapkan orang-orang yang menegakkan menara agamanya dan menyebarkannya di muka bumi. Sebagaimana Dia menyiapkan pemuda ini untuk menjadi sebab berimannya kaumnya. Hal seperti ini terjadi pula pada umat ini dalam bentuk yang lebih agung dan lebih besar. Alloh telah menyiapkan orang-orang yang menyebarkan, menjaga, dan membela agamanya.
Di antara rentang waktu tertentu Alloh menyiapkan orang-orang yang menegakkan menara agamanya dan menyebarkannya di muka bumi. Sebagaimana Dia menyiapkan pemuda ini untuk menjadi sebab berimannya kaumnya. Hal seperti ini terjadi pula pada umat ini dalam bentuk yang lebih agung dan lebih besar. Alloh telah menyiapkan orang-orang yang menyebarkan, menjaga, dan membela agamanya.
Raja memilih pemuda ini untuk dididik menjadi penyihir yang dapat
menopang kekuasaannya, akan tetapi Alloh menghendakinya menjadi seorang
dai shalih yang menghancurkan kerajaannya dan memberi petunjuk manusia
kepada agama yang benar. Dan hal ini mengandung pelajaran bagi
orang-orang yang mengambil pelajaran. Alloh menyiapkan untuk agama-Nya
orang-orang yang tumbuh di rumah para thaghut agar mereka menjadi
dai-dai pemberi petunjuk.
Iman tidak memerlukan waktu yang lama untuk bersemayam di dalam jiwa dan
hidup di dalam hati. Kaum pemuda itu yang rela dengan siksa Neraka
dunia, maka iman mereka hanya berlangsung beberapa saat saja. Sama
dengan mereka adalah para tukang sihir Fir’aun. Ancaman siksa Fir’aun
tidak menyurutkan mereka dari iman.
Kadangkala Alloh menampakkan karomah melalui sebagian wali-Nya untuk
mendukungnya dengannya dan meneguhkan iman dan keyakinannya. Pemuda ini
bukanlah sembarang pemuda. Alloh telah menjawab doanya sehingga binatang
itu mati karenanya. Alloh menyembuhkan orang buta dan berpenyakit sopak
melalui tangan sang pemuda, juga mengobati orang-orang sakit. Alloh
menjawab doanya sehingga dia terbebas dari usaha pembunuhan dan justru
bala tentara raja yang diperintahkan untuk membunuhnya, merekalah yang
mati.
Mengorbankan jiwa fi sabilillah bukan sedikit pun termasuk bunuh diri.
Pemuda ini membeberkan cara yang dengannya raja bisa membunuhnya.
Sebagian dari orang-orang mukmin ada yang dilempar ke dalam api, ada
pula yang terjun sendiri. Tujuan mereka bukanlah bunuh diri, akan tetapi
hal itu mengandung penghinaan kepada para thaghut dan keridhaan dari
Rabbul alamin.
0 komentar:
Posting Komentar